Follow detikFinance
Rabu, 02 Mei 2018 07:21 WIB

Benarkah 157 Ribu Buruh Kasar Asing Mengancam Indonesia?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Halaman 1 dari 5
Foto: Aksi May Day 2018 di Cilegon/M Iqbal Foto: Aksi May Day 2018 di Cilegon/M Iqbal
Jakarta - Ribuan buruh memperingati Hari Buruh Internasional Selasa (1/5/2018) kemarin. Titik kumpul aksi buruh berada di Patung Kuda Jakarta Pusat kemudian dilanjutkan ke Istana Negara.

Buruh tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyuarakan sejumlah tuntutan yang termuat dalam Tritura Plus. Tritura Plus yakni, pertama, turunkan harga beras, listrik, BBM. Kedua, tolak upah murah. Ketiga, tolak tenaga kerja asing (TKA) kasar atau buruh kasar terutama dari China.

Plusnya ialah penghapusan sistem kontrak (outsourcing) dan memilih presiden yang pro buruh.

TKA kasar atau buruh kasar asing menjadi salah satu sorotan KSPI. Menurut KSPI, ada 157 ribu buruh kasar asing berada di Indonesia. Lantas, apa langkah KSPI? Berikut ulasannya: (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed