Resep Biar Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Serangan Corona

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 12 Agu 2020 23:47 WIB
Poster
Ilustrasi/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Sejumlah jurus mesti diambil pemerintah agar roda perekonomian tetap berputar di tengah pandemi Corona (COVID-19). Jurus tersebut mencakup sisi kesehatan maupun di bidang ekonomi.

Dari kalangan pengusaha, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan dalam kondisi sekarang terpenting ialah mempertahankan agar kondisi tidak lebih buruk. Dia berharap agar pencairan modal kerja dipercepat.

"Ketentuan yang kita lihat untuk korporasi di atas Rp 10 miliar ada beberapa ketentuan harus ekspor, pekerjanya minimal 300 orang kalau nantinya tidak diberikan sosialisasi yang tepat pihak perbankan melihatnya seperti itu. Khawatirnya tidak bisa cair dananya," katanya dalam acara Mata Najwa Trans7, Rabu (12/8/2020).

Dia menambahkan, terpenting dari stimulus pemerintah ialah meringankan beban pengusaha. Kemudian, dia berharap pencairan modal kerja lebih fleksibel.

"Jadi sebetulnya yang kita harapkan stimulus bagaimana beban kita lebih ringan, kalau dari sisi modal kerja kita berharap bahwa itu lebih fleksibel diberikan dan tentunya dengan cost yang lebih baik," terangnya.

Sementara, Ekonom Senior INDEF Didik J Rachbini menuturkan yang terpenting saat ini ialah pemerintah harus mengatasi masalah kesehatan. Dia menyoroti anggaran untuk kesehatan lebih kecil daripada anggaran sosial.

"Yang utama dan penting mendoakan pemerintah sukses dalam mengatasi kesehatan, yang tersurat tersirat sama, sekarang tidak sama. Anggaran kesehatan jauh lebih kecil daripada anggaran sosial, realisasinya juga kecil, ini pondasi tidak ada tawar menawar," ungkapnya.

"Kedua program sosial jalan mudah-mudahan setelah presiden marah itu lebih sukses tapi tidak cukup, tahun depan apa saja harus ada tranformasi," ungkapnya.

Sementara, pemerintah berupaya agar program yang telah disusun berjalan. Salah satunya bantuan Rp 600 ribu untuk pekerja swasta dan pegawai honorer.

"Alhamdulilah data rekening pekerja sudah di luar ekspektasi per hari ini suda 8 juta lebih. Sudah setengahnya kita menargetkan akhir Agustus bisa seluruhnya. Akhir Agustus bisa realisasi untuk subsidi upah September-Oktober kita bayarkan akhir Agustus ini, kemudian dua bulan kemudian Noveber-Desember," kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, tugasnya memiliki tugas memulihkan ekonomi yang sifatnya jangka pendek. Dia bilang, juga memiliki tugas jangka panjang yakni memperbaiki fundamental ekonomi.

"Ini saatnya integrasi data, infrastruktur digital, dan memperbaiki reformasi infrastruktur kesehatan kita," tutupnya.



Simak Video "Genjot Ekonomi RI, Satgas PEN Gelontorkan Rp 137 T"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/hns)