5 Fakta Kartu Prakerja Diperebutkan 23 Juta Orang

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 16 Sep 2020 07:00 WIB
kartu pra kerja
Ilustrasi/Foto: Luthfy Syahban/Tim Infografis
Jakarta -

Sebanyak 23 juta (23.171.233) Warga Negara Indonesia (WNI) sudah mendaftarkan diri untuk menjadi peserta Kartu Prakerja. Hingga saat ini, program andalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut sudah membuka pendaftaran hingga gelombang ke-8.

Berikut fakta terkini mengenai kartu prakerja.

1. Hanya 12 Juta Pendaftar yang Lolos Verifikasi Akhir

Dari 23 juta pendaftar, Manajemen Pelaksana (PMO) Kartu Prakerja mencatat hanya 18 juta orang yang lolos tahap verifikasi email, dan berlanjut ke tahap selanjutnya.

Dari 18 juta itu, hanya 13,4 juta orang yang lolos tahap verifikasi NIK dari Dukcapil, dan selanjutnya hanya 12 juta pendaftar yang lolos tahap verifikasi nomor telepon.

Selanjutnya, sampai gelombang ke-7, PMO mencatat total penerima Kartu Prakerja yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) PMO berjumlah 3.880.918 orang.

Nantinya, jumlah penerima atau peserta Kartu Prakerja akan bertambah lagi 800.000 orang sesuai kuota yang telah ditetapkan untuk gelombang ke-8.

2. Realisasi Insentif Kartu Prakerja Capai Rp 1,6 T

PMO Kartu Prakerja mencatat sebanyak 1,2 juta peserta sudah menarik insentif Rp 600.000/bulan, baik penarikan tahap pertama sampai keempat. Dengan total itu, maka sebanyak Rp 1,6 triliun insentif Kartu Prakerja sudah dicairkan kepada para peserta.

PMO juga telah melakukan survei terhadap lebih dari 450.000 peserta Kartu Prakerja. Salah satu hasil evaluasi ialah penggunaan bantuan atau insentif tersebut.
Menurut Direktur Eksekutif PMO Prakerja Denni Puspa Purbasari, dari hasil survei, insentif paling banyak digunakan peserta Kartu Prakerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"96% dari insentif itu dipakai untuk membeli bahan pangan, 75% penerima Kartu Prakerja mengatakan untuk membayar listrik, 69% untuk beli bensin/solar, 68% untuk beli pulsa/paket internet, 60% untuk transportasi," kata Denni, Selasa (15/9/2020).
Namun, hasil survei berbeda di setiap provinsi. Menurutnya, di DKI Jakarta insentif Kartu Prakerja lebih banyak digunakan untuk membayar cicilan motor, utang, dan sebagainya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "180 Ribu Orang Kena Blacklist karena 'Anggurin' Kartu Prakerja"
[Gambas:Video 20detik]