Penanganan Corona di RI Sudah Pakai Anggaran Rp 40 T, Sisa Berapa?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 30 Nov 2020 18:46 WIB
Seorang petugas mengangkut uang rupiah di sentra kas Bank BRI, di Jakarta, Rabu (28/8/2013). Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat membuat beban utang luar negeri bertambah. File/detikFoto.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemerintah menyebut anggaran kesehatan untuk penanganan COVID-19 telah mencapai Rp 40,32 triliun. Angka ini sudah 41,2% dari total pagu anggaran sebesar Rp 97,9 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kenaikan realisasi ini mencerminkan pemerintah sangat siap dalam menangani pandemi ini.

"Jumlah anggaran yang digunakan meningkat ini berarti menggambarkan kesiapan pemerintah mulai dari pengobatan, pencegahan dan pengadaan vaksin," kata dia dalam siaran Youtube BNPB, Senin (30/11/2020).

Dia menyebutkan untuk sektor kesehatan termasuk insentif tenaga kesehatan mencapai Rp 5,55 triliun untuk 681,35 ribu tenaga kesehatan di pusat dan daerah. Kemudian santunan kematian untuk tenaga kesehatan Rp 40 miliar dan gugus tugas COVID-19 sebesar Rp 3,22 triliun.

Selain itu belanja penanganan COVID-19 adalah realisasi yang paling besar sebesar Rp 25,03 triliun. Bantuan iuran JKN Rp 2,7 triliun untuk 47,2 juta orang hingga insentif perpajakan di bidang kesehatan sebesar Rp 3,78 triliun.

Menurut dia pemerintah saat ini juga sedang menghitung kebutuhan untuk pengadaan vaksin baik akhir tahun ini maupun awal tahun depan. Keberadaan vaksin diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat, walaupun harus tetap waspada.

Sri Mulyani mengajak masyarakat untuk tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. "Itu harus tetap kita lakukan meskipun nanti ada vaksin. Jadi, masyarakat apalagi ini menjelang akhir tahun harus tetap menjalankan protokol kesehatan dan tetap disiplin," jelasnya.



Simak Video "Satgas Sebut Realisasi Program PEN Mencapai Rp 366 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ang)