Kejanggalan Marketplace: Hajar-hajaran Harga sampai Bakar Duit

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 26 Feb 2021 19:00 WIB
Online payment. Hands of woman using mobile smartphone and laptop computer for online shopping.
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Sejumlah kejanggalan terjadi di perdagangan digital seperti marketplace. Kejanggalan tersebut diungkap Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Dia menjelaskan, kejanggalan tersebut seharusnya tidak terjadi di pasar. Dalam pasar dua negara terlihat jelas pihak yang bertransaksi karena diketahui keterangan negara asal.

Sementara, di marketplace tidak diketahui orangnya. Menurutnya, pasar tersebut menjadi liar dan terjadi banting-bantingan harga hingga bakar duit.

"Di dalam marketplace terutama digital ini saya tidak melihat nih orangnya, tapi karena orangnya tidak melihat sepertinya pasar ini menjadi liar terjadi predatory pricing, hajar-hajaran harga. Mereka untung di mana buang di mana, bakar duit. Itu melanggar dari pada azas-azas perdagangan yang adil dan perdagangan yang bermanfaat," paparnya dalam teleconference, Kamis (25/2/2021).

Dia bilang, dalam perdagangan antar negara terdapat alat untuk mengidentifikasi kecurangan. Hal itu berbeda dengan di marketplace.

Dirinya pun menyatakan akan menjadikan marketplace ini sarana perdagangan yang adil, baik penjual maupun pembeli.

"Di marketplace ini, sekarang ini sepertinya menjadi liar. Jadi saya memastikan, Indonesia akan memastikan marketplace ini akan menjadi sarana perdagangan yang adil, yang baik yang bermanfaat penjual dan pembeli," ujarnya.

Kembali, Lutfi mengatakan, aksi bakar uang adalah transaksi yang tidak sehat.

"Ketika terjadi bakar-bakaran uang, dumpling itu adalah transaksional yang tidak sehat dan kita akan mengikuti peraturan-peraturan dunia itu dan untuk meregulasi hal tersebut," sambungnya.

(acd/ara)