Diangkut Garuda, 15 Ton Produk Perikanan-Pertanian RI Masuk Jepang

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Jumat, 12 Nov 2021 19:45 WIB
Garuda Boyong Kura-kura Leher Ular Rote dari Singapura
Foto: (dok.Garuda Indonesia)
Jakarta -

Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Dinas Perindustrian Sulawesi Utara melepas ekspor 15 ton produk perikanan dan pertanian atau senilai US$ 90 ribu. Adapun negara tujuan ekspor yaitu Jepang.

Pelepasan ekspor pada Rabu (10/11) tersebut dilakukan melalui rute penerbangan langsung Garuda Indonesia dari Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara, menuju Bandara Narita, Jepang. Diketahui hingga 2022, ekspor produk pertanian dan perikanan ditargetkan bisa menembus 1.000 ton.

"Pelepasan ekspor ke Jepang ini merupakan kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, para pelaku usaha, dan para pemangku kepentingan sebagai bentuk upaya memperluas pasar produk- produk unggulan Sulawesi Utara ke pasar global, khususnya Jepang," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Didi Sumedi dalam keterangan tertulis, Jumat (12/11/2021).

Didi mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan ekspor baik ekspor produk potensial maupun jasa melalui berbagai kegiatan promosi, peningkatan kapasitas (capacity building) bagi pelaku usaha ekspor, pengembangan produk, branding, pelatihan ekspor, informasi pasar ekspor, penjajakan bisnis, dan berbagai program lainnya. Hal tersebut demi menjaga surplus neraca perdagangan.

Sementara itu, Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag, Marolop Nainggolan menyebut pelepasan ekspor ini merupakan bentuk sosialisasi pemanfaatan rute penerbangan langsung maskapai Garuda Indonesia dari Sam Ratulangi ke bandara Narita di Jepang. Dengan begitu diharapkan dapat menarik buyers luar negeri untuk melakukan kerja sama bisnis dengan pelaku usaha di daerah, sehingga meningkatkan perekonomian daerah.

"Kami berharap pelepasan ekspor kali ini juga dapat memperluas penyebaran informasi fasilitas jalur penerbangan langsung untuk cargo dari Manado ke Jepang. Sehingga, semakin banyak pelaku usaha yang dapat memanfaatkannya dan berhasil mewujudkan ekspor 1000 ton dari Manado ke Jepang hingga 2022," tuturnya.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik

Pada kesempatan tersebut, lanjut Marolop, Kementerian Perdagangan bersama Japan External Trade Organization (JETRO) berkolaborasi untuk meningkatkan ekspor produk Indonesia, khususnya perikanan ke pasar Jepang. Hal itu diwujudkan dengan melaksanakan seminar web (webinar) bagi pelaku usaha dengan tema 'Potensi Pasar Produk Perikanan ke Pasar Jepang' di Manado, Sulawesi Utara hari ini.

Webinar tersebut menghadirkan tenaga ahli dari Jepang Shinpei Sasaki, Direktur Senior JETRO Jakarta Hojo, dan Project Executive JETRO Jakarta Arif.

Marolop menilai tujuan diadakannya webinar yaitu untuk menggali potensi, peluang pasar, hambatan, dan kendala dalam mengembangkan ekspor produk perikanan. Utamanya dalam mendorong ekspor produk perikanan Provinsi Sulawesi Utara ke pasar Jepang. Sehingga, dapat terjadi negosiasi dan kontrak dagang di kemudian hari yang turut meningkatkan nilai ekspor nonmigas Indonesia.

Menurut Marolop, webinar diselenggarakan di Sulawesi Utara karena merupakan salah satu daerah terbaik penghasil produk ekspor perikanan Indonesia, seperti ikan tuna, rumput laut, cumi-cumi, udang, ikan hias, dan lain-lain. Tidak hanya menjadi hub perdagangan di wilayah Timur Indonesia, Sulawesi Utara dinilainya mampu mengekspor langsung produk unggulan daerah dari Manado ke Jepang.

"Kami bersama JETRO dalam forum ini ingin berdiskusi terkait kesiapan dalam memenuhi permintaan produk kelautan dan perikanan dari buyers Jepang. Berdasarkan data ITC Trademap 2020, Jepang merupakan importir terbesar ke-3 setelah Amerika Serikat dan Tiongkok dengan nilai impor pada 2020 sebesar 10,5 miliar," jelas Marolop.

Diketahui berdasarkan data Kementerian Perdagangan, ekspor produk perikanan Indonesia ke pasar global periode Januari--Agustus 2021 tercatat sebesar 2,46 miliar USD. Jumlah ini meningkat 4,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Negara tujuan ekspor utama produk perikanan Indonesia antara lain Amerika Serikat pangsa 37,51 persen, Tiongkok (20,79 persen), Jepang (10,71 persen), (Vietnam 3,94 persen), dan Malaysia (3,18 persen).

(prf/hns)