Luhut Cerita Pengamat di AS Puja-puji Kebijakan Ekonomi Jokowi

ADVERTISEMENT

Luhut Cerita Pengamat di AS Puja-puji Kebijakan Ekonomi Jokowi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 27 Sep 2022 13:16 WIB
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan para pengamat-pengamat ekonomi di Amerika Serikat (AS) memuji kebijakan ekonomi Indonesia yang dianggap sangat baik.

Hal ini diketahui Luhut usai ke New York, AS. Di dalam kunjungannya itu Luhut sempat membuka jam perdagangan alias opening bell di pasar saham New York Stock Exchange (NYSE).

"Dengan apa yang kita miliki sekarang, semua pengamat-pengamat yang saya temui di New York kemarin, memberikan apresiasi untuk Indonesia terhadap penanganan ekonomi Indonesia yang dianggap oleh mereka itu sangat baik," cerita Luhut saat memberikan pidato dalam acara peringatan Hari Maritim Nasional 2022 yang disiarkan virtual, Selasa (27/9/2022).

Luhut menilai bila kebijakan-kebijakan yang sudah baik ini dipertahankan ramalan Indonesia menjadi salah satu dari empat besar ekonomi dunia bisa terwujud. Namun, untuk itu Indonesia harus bisa melalui krisis yang akan terjadi di depan mata.

"Ramalan dunia yang menyebutkan Indonesia akan jadi salah satu empat besar ekonomi dunia di 2045-2050 kita harap ini bisa dicapai kalau kita bahu membahu dalam hadapi dan keluar dari krisis saat ini," ungkap Luhut.

Pasalnya, selain pujian tadi, di New York Luhut juga mendapatkan informasi dari banyak pemangku kepentingan di bidang ekonomi AS soal krisis ekonomi global yang akan terjadi dalam waktu dekat. Hal ini dinilai Luhut juga bisa jadi ancaman bagi Indonesia.

"Dunia diramalkan, saya kemarin di New York, mereka katakan dunia akan masuk ke dalam global crisis atau perfect storm akan terjadi dalam waktu beberapa lama ke depan ini. Maka harus kita tata negeri ini dengan baik," ungkap Luhut.

Luhut bilang sampai saat ini Indonesia menjadi negara yang cukup kuat ekonominya di dunia. Namun, hal itu tak lantas membuat Indonesia berpuas diri. Semua tetap harus waspada pada krisis yang akan terjadi dalam waktu dekat.

Apalagi saat ini kondisi geopolitik dunia masih sangat panas. Luhut menyebutkan perang masih belum diprediksi kapan berakhirnya antara Rusia dan Ukraina. Di sisi lain, hubungan China dan Taiwan di kawasan Asia Timur juga mulai memanas. Bisa jadi dampak ekonomi karena panasnya kondisi geopolitik akan dirasakan oleh Indonesia.

"Saya sampaikan bahwa Indonesia telah menjadi ekonomi yang kuat saat ini di dunia, tapi kita tak bisa hindari, bahwa situasi di Ukraine, ketegangan yang belum tentu kapan selesainya bisa berdampak pada pangan dan energi. Begitu juga keadaan di kawasan ini, di mana ketegangan China dan Taiwan berdampak banyak pada ekonomi dunia," papar Luhut.

"Suka tidak suka hal-hal ini akan juga berdampak ke Indonesia," sebutnya.

(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT