RI Target Rampungkan 200 PSN, Ini Manfaatnya untuk Ekonomi Nasional

ADVERTISEMENT

RI Target Rampungkan 200 PSN, Ini Manfaatnya untuk Ekonomi Nasional

Erika Dyah - detikFinance
Jumat, 28 Okt 2022 21:46 WIB
Kemenko Perekonomian
Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Indonesia terus mendorong pembangunan ekonomi berbasis pengembangan wilayah melalui Proyek Strategis Nasional (PSN). Diketahui, saat ini pemerintah tengah menyelesaikan 200 Proyek Strategis Nasional dan 12 Program Strategi Nasional dengan nilai investasi mencapai Rp 5.481,4 triliun.

Berdasarkan Peraturan Menko Perekonomian Nomor 9 Tahun 2022, proyek ini tersebar dari Sabang sampai Merauke yang mencakup 14 multisektor dan 12 program. Tidak hanya terfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, PSN juga memastikan peningkatan pemerataan ekonomi, penyediaan pangan, pengembangan perbatasan, teknologi hingga pendidikan.

Dalam Overview bertema 'Transformasi Infrastruktur dalam Menyongsong Indonesia Maju 2045' secara virtual di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Kamis (27/10), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan PSN memiliki nilai investasi tinggi dan berdampak ekonomi luas. Meliputi sektor jalan, pelabuhan, kereta api, bandar udara, bendungan, energi, listrik dan telekomunikasi.

Ia menjelaskan dampak PSN juga luas, bahkan dapat menyerap sekira 1,95 juta orang tenaga kerja selama empat tahun (periode 2020-2024) yang sejalan dengan estimasi penyerapan investasi oleh PSN-PSN tersebut. Diestimasikan potensi penyerapan tenaga kerja untuk pembangunan perekonomian berbasis pengembangan wilayah dapat mencapai 11 juta orang terhitung sejak 2016 lalu.

"Ke depannya, kita semua berperan dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan, meningkatkan pertumbuhan perekonomian, dan penyerapan tenaga kerja. Bilamana hal ini selesai dikerjakan, maka Indonesia akan memiliki potensi berupa Produk Domestik Bruto (PDB) 2045 senilai US$ 7 triliun dan akan menduduki peringkat lima besar perekonomian dunia," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Jumat (28/10/2022).

Airlangga menambahkan tahun depan Indonesia mendapatkan peran penting sebagai Ketua ASEAN. Agenda ini akan mendorong penguatan peran Asia terhadap ekonomi global dengan tiga pilar utama, yaitu Recovery-Rebuilding, Digital Economy, dan Sustainability.

Menurutnya, ketiga pilar tersebut menjadi komitmen meningkatkan produktivitas ekonomi, mewujudkan ketahanan, sekaligus antisipasi terhadap krisis yang akan dihadapi masyarakat dunia.

"Momentum keketuaan ini diharapkan dapat memunculkan berbagai ide dan gagasan baru, khususnya peran pemuda sebagai agen perubahan yang dapat memberikan warna baru bagi pembangunan ekonomi Indonesia," terangnya.

Kesenjangan Infrastruktur di Indonesia

Di sisi lain, Airlangga menyebut selama ini masih terjadi kekurangan investasi di sektor infrastruktur sehingga menciptakan kesenjangan infrastruktur (infrastructure gap) yang besar. Hal ini menyebabkan terjadinya defisit infrastruktur selama bertahun-tahun di Indonesia, terutama setelah krisis ekonomi 1998. Hingga 2017, Indonesia masih terus mengejar ketertinggalan posisi stok modal infrastruktur yang baru berkisar 43%, masih di bawah negara-negara G20 yang rata-rata di angka 70%.

Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Wahyu Utomo mengungkapkan infrastructure gap harus menjadi fokus saat ini. Menurutnya, semakin kecil kesenjangan maka semakin besar peluang mempercepat pembangunan infrastruktur nasional.

"Sampai saat ini, Pemerintah telah berhasil menunjukkan capaian nyata di bidang infrastruktur. Perlahan tapi pasti Indonesia terus bergerak dalam menutup infrastructure gap tersebut guna mencapai tujuan menjadi negara maju dan menyongsong Indonesia Emas 2045," ujar Wahyu yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT