Sisa Antrean IPO Tahun Ini: Ada 1 Startup dan 2 Anak BUMN

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 17 Sep 2021 18:00 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 26 poin mengekor penguatan bursa global semalam. Aksi beli asing kembali muncul setelah kemarin menjual saham. Membuka perdagangan, Rabu (22/10/2014), IHSG menanjak 32,408 poin (0,64%) ke level 5.061,752.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sudah ada 38 perusahaan baru yang mencatatkan sahamnya di pasar modal tahun ini. Total dana yang dihimpun dari penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) mencapai Rp 32,14 triliun.

Angka itu rekor baru selama pasar modal RI kembali aktif pada 1977. Rekor terakhir dari segi nilai IPO terbesar terjadi pada 2010 dengan total dana yang dihimpun melalui IPO sebesar Rp 29,67 triliun dari 23 perusahaan.

Ternyata masih ada 26 perusahaan lagi yang akan melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) tahun ini.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna Setia mengatkaan dari 26 perusahaan yang ada di pipeline 2021 itu salah satunya ada startup.

"Jika ditinjau dari 26 perusahaan di pipeline 2021, terdapat satu Perusahaan yang tergolong ke dalam start-up dan merupakan hasil binaan dari IDX Incubator," tuturnya Jumat (17/9/2021).

Nyoman menerangkan calon emiten dari startup itu akan masuk dalam kategori sektor teknologi dan sub sektor software & IT services. Sebab startup itu sebuah perusahaan teknologi informasi inkubator startup yang membangun produk perangkat lunak.

Tak hanya startup di dalam pipeline IPO itu juga 2 anak BUMN. Meskipun Nyoman tak menyebutkan nama BUMN tersebut.

"Dari pipeline 26 tersebut ada 2 BUMN and subsidiary," ucapnya.

"Adapun kisaran dana dihimpunnya belum dapat kami sampaikan, karena proses book building dalam rangka pembentukan harga belum selesai dilakukan," tambah Nyoman.

Dari 26 perusahaan yang antre melakukan IPO itu terdiri dari 4 perusahaan aset skala kecil (di bawah Rp 50 miliar), 7 perusahaan dengan aset skala menengah (Rp 50 miliar-Rp 250 miliar) dan 15 perusahaan aset skala besar (di atas Rp 250 miliar).

Berikut rincian 26 perusahaan calon emiten yang dibagi dari sektornya:
• 1 Perusahaan dari sektor Basic Materials;
• 3 Perusahaan dari sektor Industrials;
• 1 Perusahaan dari sektor Transportation & Logistics;
• 6 Perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals;
• 6 Perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals;
• 1 Perusahaan dari sektor Technology;
• 3 Perusahaan dari sektor Energy;
• 3 Perusahaan dari sektor Financials.
• 1 Perusahaan dari sektor Properties & Real Estate.
• 1 Perusahaan dari sektor Infrastructures.

(das/eds)