×
Ad

Pengumuman MSCI Picu Keruntuhan IHSG 6%, Ini Isinya

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 28 Jan 2026 09:44 WIB
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas pada perdagangan Rabu (28/1) menyusul pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait metodologi penghitungan free float. Pada pembukaan perdagangan, diketahui IHSG terjun lebih dari 6% ke level terendah 8.596,17.

Berdasarkan pengumuman MSCI yang dipublikasikan pada, Selasa (27/1) waktu setempat, ditetapkan sejumlah perubahan indeks review pada Februari 2026 mendatang. Perubahan sementara untuk pasar Indonesia mencakup tiga hal, pertama pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).

Kedua, pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Ketiga pembekuan perpindahan naik antar-indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

=

Dalam pengumumannya, MSCI menyebut ketetapan ini dilakukan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability). Ketetapan ini juga sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar untuk menghadirkan perbaikan transparansi.

"Perawatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko pergantian indeks dan risiko kelayakan investasi sambil memberikan waktu bagi otoritas pasar yang berwenang untuk menerapkan perbaikan transparansi yang signifikan," tulis pengumuman MSCI, dikutip Rabu (28/1/2026).

Jika tidak ada perbaikan hingga Mei 2026, MSCI akan mengevaluasi kembali status akses pasar Indonesia. Langkah ini dilakukan dengan memperhatikan penurunan bobot dalam Indeks Pasar Emergen MSCI untuk semua sekuritas Indonesia dan potensi reklasifikasi Indonesia dari status Pasar Emergen ke Pasar Frontier.

"MSCI akan terus memantau perkembangan di pasar Indonesia dan berkoordinasi dengan peserta pasar dan otoritas terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan IDX. MSCI akan mengkomunikasikan tindakan lebih lanjut sesuai kebutuhan," jelasnya.

Diketahui sebelumnya, MSCI pada Oktober 2025 meminta masukan para pelaku pasar terkait rencana penggunaan Monthly Holding Composition Report yang dipublikasikan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai tambahan referensi dalam menghitung free float.

Berdasarkan hasil konsultasi dengan para pelaku pasar, MSCI mengatakan investor menyoroti permasalahan fundamental terkait investability di pasar Indonesia yang dianggap kurang transparan. Hal ini dikhawatirkan investor karena dianggap mengganggu proses pembentukan harga yang wajar.

"Investor menyoroti bahwa masalah fundamental terkait kelayakan investasi tetap ada akibat ketidakjelasan struktur kepemilikan saham yang berkelanjutan dan kekhawatiran tentang kemungkinan perilaku perdagangan terkoordinasi yang merusak pembentukan harga yang tepat," ungkap pengumuman tersebut.

"Untuk mengatasi beberapa kekhawatiran ini, informasi yang lebih rinci dan andal tentang struktur kepemilikan saham, termasuk pemantauan konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi, diperlukan untuk mendukung penilaian yang kokoh terhadap free float dan kelayakan investasi di seluruh sekuritas Indonesia," pungkasnya.

Simak juga Video 'Kenapa Rupiah Babak Belur Saat IHSG Malah Cetak Rekor Tinggi?':




(ahi/ara)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork