×
Ad

Bank Mega Raup Laba Rp 3,36 Triliun

Amanda Christabel - detikFinance
Selasa, 31 Mar 2026 19:40 WIB
Paparan kinerja 2025 PT Bank Mega Tbk.Foto: Dok. Bank Mega
Jakarta -

Laba bersih PT Bank Mega Tbk tumbuh 28% pada 2025 menjadi Rp 3,36 triliun. Perolehan laba Bank Mega ditopang kenaikan Fee Based Income sebesar 54% menjadi Rp 2,79 triliun dari posisi yang sama periode sebelumnya sebesar Rp1,82 Triliun.

Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan dengan capaian ini menempatkan Bank Mega di urutan ke-10 di industri perbankan RI dari segi pendapatan laba.

"Total aset meningkat sekitar 4% dari Rp 135 triliun menjadi Rp 141 triliun rupiah. Kalau kita lihat posisi Bank Mega, dari sisi aset Bank Mega ada di posisi nomor 19. Tapi, kalau dari sisi profit after tax (PAT), Bank Mega berada di posisi nomor 10 dari seluruh bank yang ada di Indonesia. Total kredit meningkat juga sekitar 4% dari Rp 65 triliun menjadi Rp 67 triliun," jelas Kostaman dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (31/6/2026).

Bank Mega mencatat penyaluran kredit yang tetap fokus pada segmen korporasi. Hingga akhir 2025, total kredit yang disalurkan tumbuh sebesar 4% menjadi Rp 67,23 triliun. Sementara itu, rasio kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL) yang membaik menjadi 1,65% per 2025 dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1,69%.

"Dana Pihak Ketiga (DPK) menunjukkan pertumbuhan sebesar 14% menjadi Rp 104,13 triliun. Komposisi DPK masih didominasi oleh deposito, namun saldo CASA meningkat sebesar 2% dibandingkan periode sebelumnya menjadi Rp 28,14 triliun," ujar Kostaman.

Sementara itu, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) berada di level 30,49% serta kebijakan perseroan untuk Loan to Deposit Ratio (LDR) pada level kisaran 70%. Rasio keuangan lainnya juga menunjukkan kinerja yang solid, antara lain Return on Assets (ROA) sebesar 3,10%, Return on Equity (ROE) sebesar 15,54%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 4,18%, serta rasio efisiensi BOPO sebesar 69,12%.

"Strategi Bank Mega di 2026 adalah menjaga stabilitas likuiditas dengan mendorong pertumbuhan dana murah atau low cost funding. Pertama, peningkatan transaksional banking dan menggarap ekosistem nasabah. Kedua, peningkatan volume kredit wholesale melalui bilateral dan sindikasi, serta mendorong peningkatan transaksi banking nasabah kredit," terang Kostaman.




(hns/hns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork