×
Ad

Bos-bos BCA Kompak Borong Saham BBCA, Ada Apa?

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Sabtu, 18 Apr 2026 16:10 WIB
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Sejumlah petinggi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat menambah kepemilikan saham pada awal 2026 di tengah pergerakan pasar yang fluktuatif. Aksi beli dilakukan oleh jajaran direksi dan manajemen dengan nilai miliaran rupiah.

Merangkum keterbukaan informasi, Hendra Lembong tercatat membeli saham senilai Rp7,93 miliar. Wakil Presiden Direktur John Kosasih mengeksekusi pembelian Rp4,37 miliar pada Maret 2026. Vera Eve Lim juga menambah kepemilikan senilai Rp3,84 miliar, sementara Direktur Santoso membeli saham Rp3,46 miliar pada periode yang sama.

Selain itu, Frenkie Candra Kusuma mengakumulasi saham senilai Rp2,87 miliar sejak Maret 2025, dan Direktur Lianawaty Suwono membeli 300.000 saham senilai Rp2,1 miliar pada Januari 2026 saat pasar bergejolak.

Aksi beli ini terjadi saat pasar saham masih bergerak naik turun. Langkah tersebut dinilai mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang perseroan.

Dari sisi valuasi, saham BBCA disebut masih relatif rendah dibandingkan bank digital. Pengamat pasar modal Rendy Yefta mangatakan saat ini, saham BBCA hanya diperdagangkan di kisaran PER sekitar 15 kali.

Sebagai perbandingan, saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) diperdagangkan di kisaran PER sekitar 64 kali. Artinya, valuasi BBCA lebih rendah jika dilihat dari rasio terhadap laba.

Perbedaan ini muncul di tengah kinerja laba yang berbeda. BCA mencatatkan laba besar secara konsisten, sementara bank digital masih dalam tahap pengembangan bisnis.

Dengan kondisi tersebut, BBCA dinilai masih memiliki ruang kenaikan jika kembali ke rata-rata historis PER di kisaran 18-20 kali. Saham ini sebelumnya juga sempat mendekati level tertinggi sepanjang masa di kisaran Rp11.000 per lembar, sementara saat ini masih berada di bawah level tersebut.




(fdl/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork