×
Ad

Bursa Efek RI Sepi IPO, Airlangga Ungkap Biang Keroknya

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 27 Apr 2026 17:56 WIB
Iluistrasi pasar modal. Foto: BEI
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan seharusnya pasar modal bisa memiliki peran sebagai platform penggalangan dana bagi perusahaan. Masalahnya, saat ini belum banyak perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Sejauh ini, hanya ada satu perusahaan yang melakukan penggalangan dana melalui IPO sejak awal tahun. Angka tersebut diketahui masih jauh dari target yang ditetapkan BEI, yakni sebanyak 50 perusahaan tercatat.

Airlangga mengatakan, rendahnya capaian IPO terjadi karena meningkatnya ketidakpastian global. Meski begitu, dia menekankan agar BEI mengejar target IPO yang sudah ditetapkan.

"Ini tentu capital market adalah fungsinya untuk menarik dana untuk IPO, yang mungkin dalam periode first quarter ini ketidakpastian tinggi, sehingga ini masih dalam pipeline. Pipeline-nya belum muncul, nah ini mungkin perlu dikejar ke depan karena ini salah satu sektor juga yang penting," ungkap Airlangga dalam acara Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Main Hall BEI, Senin (27/4/2026).

Meski begitu, Airlangga mengatakan pasar modal domestik tumbuh empat kali lipat dalam kurun waktu sembilan tahun. Dia menjelaskan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat berada di level 1.000 pada tahun 2004, kemudian naik menjadi 4.200 pada tahun 2013.

Airlangga mengatakan, pertumbuhan pasar modal dapat terjadi dengan pesat bahkan hingga 20% pada periode tersebut. Namun saat terjadi COVID-19, pertumbuhan pasar modal RI berada di rentang 5-6%. Meski begitu, dia menyebut investor domestik secara keseluruhan tumbuh dengan baik, sekitar 50% adalah pelaku investasi di pasar saham.

"Kemudian kita lihat partisipasi investor, ini juga dalam negeri lebih baik dengan 50% di pasar saham," jelas Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga membeberkan realisasi investasi di sektor riil telah mencapai Rp 498,79 triliun di triwulan I-2026, tumbuh 7,22%. Sementara itu, jumlah tenaga kerja yang terserap adalah 706.000 tenaga kerja.

Sejalan dengan hal tersebut, Airlangga juga menyebut kebutuhan pendanaan perusahaan juga semakin besar. Hingga tahun 2029, diperkirakan kebutuhan pembiayaan mencapai Rp 9.200 triliun.

"Di tahun 2026 ini sebesar Rp 7.400 triliun dari sekitar, dan akan meningkat menjadi Rp 9.200 triliun di tahun 2029. Nah tentu ini sektornya adalah swasta dan masyarakat," pungkas Airlangga.

Berdasarkan data BEI per 17 April 2026, terdapat 16 perusahaan yang masuk dalam antrean IPO. Adapun penghimpunan dana melalui IPO sepanjang tahun 2026 ini baru sebesar Rp 300 miliar.

Ada 16 calon perusahaan tercatat itu masuk dalam kategori aset skala menengah dan besar. Adapun rinciannya sebanyak lima perusahaan beraset skala menengah dengan aset sekitar Rp 50 miliar dan Rp 250 miliar, kemudian untuk 11 perusahaan lainnya masuk dalam kategori skala besar dengan aset di atas Rp 250 miliar.




(ahi/hal)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork