×
Ad

Luhut Bertemu Bos OJK, Beberkan Kondisi Investor-Harapan MSCI

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 18 Mei 2026 14:49 WIB
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: Herdi Alif Al Hikam/detikcom
Jakarta -

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan bertemu jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di kantornya, Senin (18/5). Dalam pertemuan ini, ia mengungkap kondisi investor global di tengah sejumlah tekanan pasar keuangan Indonesia.

Luhut mengatakan, DEN dan OJK banyak berdiskusi terkait dinamika rupiah, pasar keuangan, hingga persepsi investor global terhadap Indonesia. Ia mengakui tantangan berat tengah melanda pasar keuntungan Indonesia.

"Kami sepakat bahwa tantangannya memang tidak mudah, Namun saya percaya di situasi seperti ini, momentum reformasi harus dijalankan dengan lebih berani dan konsisten," ungkap Luhut dalam unggahan resmi Instagram @luhut.pandjaitan, Senin (18/5/2026).

Luhut mengungkap, investor global masih mempertimbangkan situasi pasar modal sebelum menetapkan keputusan investasinya. Sejauh ini, OJK dianggap telah mengambil langkah tepat untuk meningkatkan kredibilitas pasar modal.

"Langkah OJK sejauh ini sudah tepat, tetapi kita harus akui bahwa sebagian investor global masih wait and see apakah implementasinya bisa konsisten sehingga meningkatkan kredibilitas pasar modal. Karena pasar modal itu kuncinya hanya satu: trust. Dan kepercayaan itu dibuktikan dengan kebijakan yang stabil dan punya kepastian hukum dalam jangka panjang," jelasnya.

Luhut juga mengaku sempat menjamu perwakilan dari MSCI beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, ia menyebut MSCI menaruh harapan besar terhadap pasar modal Indonesia.

"Ketika tim dari MSCI datang menemui saya, mereka sampaikan betapa besarnya harapan terhadap pasar modal Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa potensi kita luar biasa besar, maka dari itu momentum emas ini tidak boleh kita sia-siakan," ungkapnya.

Di sisi lain, Luhut juga turut menyoroti kondisi Bank Perekonomian Rakyat (BPR). Berdasarkan data yang ia punya, risiko kredit macet (non-performing loan/NPL) BPR meningkat, namun OJK telah mengambil langkah strategis terkait persoalan tersebut.

Meski begitu, ia menekankan penguatan BPR perlu dilakukan secara komprehensif agar tidak menjadi kerentanan baru, terutama bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha di daerah.

"Sebagai pemegang kemudi perekonomian Indonesia, OJK perlu jeli melihat arah angin dan lincah dalam mengambil keputusan. Mendukung program prioritas pemerintah itu penting, tetapi membenahi tata kelola dan manajemen risiko tidak boleh ditawar-tawar," tegasnya.

Ia juga meminta jajaran OJK untuk tidak khawatir bekerja dengan benar, jujur, dan patuh pada aturan. Karena menurutnya, membangun kepercayaan terhadap perekonomian bangsa menjadi tanggung jawab bersama.




(ahi/ara)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork