×
Ad

IHSG Turun ke Level 5.800, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

- detikFinance
Selasa, 30 Jun 2026 08:48 WIB

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam
Jakarta -

Market Overview

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (29/6) di zona negatif dengan turun 1,28% ke level 5.820,79. Penguatan saham MPRO, ENRG, dan DSSA belum mampu mengimbangi tekanan dari BBCA, TLKM, dan BREN yang menjadi penekan utama indeks.

Pelaku pasar juga mencermati masih berlanjutnya arus dana asing keluar. Sepanjang perdagangan, investor asing membukukan jual bersih Rp854,10 miliar di pasar reguler dan Rp 881,58 miliar di seluruh pasar. Dari 11 sektor, hanya sektor properti yang berhasil menguat 0,71%, sedangkan sektor infrastruktur mencatat pelemahan paling dalam sebesar 1,58%.

Di sisi global, bursa saham Amerika Serikat justru ditutup menguat. Indeks Dow Jones naik 0,59%, S&P 500 bertambah 1,18%, sedangkan Nasdaq melesat 2,07%. Meski demikian, aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia masih cenderung terbatas dengan nilai perdagangan Rp9,10 triliun dan volume 15,48 miliar saham.

Kondisi ini terjadi di tengah perhatian pasar terhadap sejumlah agenda IPO pada awal Juli yang diperkirakan dapat menyerap sebagian likuiditas. Tekanan terhadap aset Indonesia juga tercermin dari pelemahan ETF EIDO sebesar 1,77% dan indeks MSCI Indonesia yang turun 2,22%.

Berita Emiten

PT Futura Energi Global (FUTR)

FUTR melanjutkan pengembangan bisnis di sektor energi baru terbarukan (EBT). Salah satu proyek yang tengah berjalan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bali dengan kapasitas 130 MW.

Tak hanya itu, pemegang saham pengendali FUTR, PT Aurora Dhana Nusantara, juga memiliki aset panas bumi melalui PT Sejahtera Alam Energy (SAE). Anak usaha tersebut telah mengantongi Power Purchase Agreement (PPA) untuk proyek berkapasitas 220 MW dengan nilai investasi sekitar US$80 juta.

Secara keseluruhan, FUTR memiliki rencana pengembangan proyek EBT dengan kapasitas indikatif 350 MW yang terdiri atas 100 MW geothermal, 100 MW PLTS, dan 150 MW minihidro. Sementara dari sisi perdagangan saham, pergerakan FUTR masih berada dalam kisaran Rp143-Rp187.

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI)

BIPI berencana melepas 99,90% kepemilikan di PT Sintesa Bara Gemilang (SBG) kepada Indo Panca Borneo (IPB), yang merupakan pihak non-afiliasi. Nilai transaksi yang disepakati mencapai Rp1,79 triliun, lebih tinggi dibandingkan nilai pasar SBG sebesar Rp1,73 triliun berdasarkan penilaian independen.

Apabila transaksi terealisasi, perseroan diperkirakan memperoleh tambahan nilai sekitar Rp60 miliar dari selisih harga transaksi. Selain itu, secara proforma total aset konsolidasi diperkirakan turun dari US$1,60 miliar menjadi US$1,36 miliar, sedangkan total liabilitas berkurang dari US$1,01 miliar menjadi US$776,78 juta.

Perseroan juga akan melepaskan kewajiban pinjaman SBG kepada Bank Mandiri senilai US$238,93 juta yang jatuh tempo pada November 2031. Dengan perubahan tersebut, rasio utang terhadap ekuitas (DER) diproyeksikan membaik dari 169,33% menjadi 132,88%, sementara laba bersih tahun berjalan secara proforma meningkat dari US$1,50 juta menjadi US$7,32 juta.

Rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 30 Juni 2026, dengan target penyelesaian transaksi paling lambat 21 Desember 2026.

PT Ciputra Development (CTRA)

CTRA memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp36 per saham atau senilai Rp667,28 miliar dari laba tahun buku 2025. Jumlah tersebut setara dengan 25,05% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Kinerja perseroan sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan positif. Pendapatan naik 12,77% menjadi Rp12,62 triliun, sedangkan laba bersih meningkat 25,24% menjadi Rp2,66 triliun. Peningkatan tersebut didukung peluncuran lebih dari 12 klaster baru di sejumlah proyek unggulan. Laba per saham (EPS) dasar juga meningkat menjadi Rp144 dari Rp115 pada tahun sebelumnya.

Dengan harga penutupan saham Rp560 pada perdagangan 29 Juni 2026, besaran dividen tersebut mencerminkan dividend yield sekitar 6,43%.

Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 6 Juli 2026, sedangkan pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.




(ang/ang)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork