Formasi Terbaru Bos Freeport Indonesia Usai Pencaplokan Saham

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Sabtu, 22 Des 2018 10:31 WIB
Formasi Terbaru Bos Freeport Indonesia Usai Pencaplokan Saham
Foto: Ardhi Suryadhi

PT Freeport Indonesia (PTFI) akan memulai penambangan bawah tanah mulai tahun depan. Sebab, penambangan terbuka (open pit) selesai pada tahun ini.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PTFI Tony Wenas saat ditanya mengenai rencana kerja pasca 51% saham perusahaan dikuasai PT Inalum (Persero).

"Kami lanjutkan underground, open pit tahun ini akan selesainya. Murni dari underground," kata dia.

Tony mengatakan, PTFI membutuhkan dana US$ 14 miliar untuk bekerja hingga tahun 2041. Namun, tak mengingat rencana produksi ke depannya.

"Ke depannya ada tambahan US$ 14 miliar lagi untuk sampai dengan 2041," ujarnya.

Tony bilang, dengan berpindahnya produksi di bawah tanah maka untuk sementara produksi tambang akan berkurang. Namun, akan kembali meningkat setelah tahun 2020.

"Target produksi tahun depan tentu akan berkurang karena open pit selesai, produksi tahun depan tapi 2020 mulai naik lagi, 2021 lagi," ujarnya.

Soal pergantian status dari kontrak karya (KK) ke Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), Tony memberikan respons positif. Menurutnya, itu memberikan kepastian dalam berusaha.

"Ini bukan soal lebih menarik yang mana tapi keadaan sekarang sudah saatnya diubah menjadi IUPK. Kita mendapatkan kepastian operasi 2041, partner dan keberlangsungan operasi kita. Jadi kami di PTFI senang dengan transaksi ini," terangnya