Hadapi Krisis di Masa Depan, Ini 10 Energi Alternatif yang Bisa Digunakan

Anisa Indraini - detikFinance
Sabtu, 13 Mar 2021 09:00 WIB
Indonesia memiliki iradiasi energi matahari rata-rata 4,80 kWh per m2 per hari. Sehingga menjadi pilihan yang baik sebagai alternatif sumber energi.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Tahukah kamu bahwa ada energi alternatif pengganti minyak bumi? Hal itu bisa digunakan untuk menghadapi kemungkinan krisis energi di masa depan.

Energi alternatif adalah semua sumber energi yang mampu menggantikan bahan bakar konvensional seperti listrik, bensin, gas dan lain lain. Seiring perkembangan jaman, semakin banyak jenis sumber energi alternatif dan manfaatnya bagi kehidupan manusia terutama dalam pencegahan pemanasan global.

Berdasarkan catatan detikcom, berikut 10 contoh energi alternatif:

1. Panas Matahari

Sinar cahaya matahari ini rupanya bisa diubah menjadi energi listrik dengan bantuan panel surya. Panel surya ini memiliki rangkaian sel photovoltaic yang diartikan sebagai 'cahaya-listrik'.

Adanya energi alternatif ini mampu menggerakkan seperti kendaraan listrik bahkan perahu listrik yang dipasang panel surya. Sayangnya, penggunaan panel surya masih terbatas karena biaya per watt-nya masih relatif tinggi. Bahkan harganya lebih tinggi sepuluh kali lipat dari bahan bakar fosil, tergantung keadaan.

2. Geothermal

Selain panas matahari, panas bumi mampu menjadi energi alternatif lain. Panas bumi (Geothermal) berasal dari energi dari dalam bumi yang berasal dari aktivitas vulkanik gunung berapi, seperti uap alam, air panas dan bebatuan kering.

Sayangnya pembangkit geothermal ini masih tergolong tradisional nih detikers. Kabarnya, penelitian di Islandia telah menemukan kekuatan baru dari energi ini sehingga hasil geothermal mampu melipatgandakan jumlah listrik hingga sepuluh kali lipat.

3. Angin

Siapa sangka angin yang kita rasakan tiap hari, termasuk ke dalam daftar energi alternatif. Hembusan angin rupanya mampu diubah dari energi kinetik menjadi energi mekanik yang dihubungkan ke mesin generator sehingga menghasilkan energi listrik. Di Belanda, penggunaan energi ini sudah dimanfaatkan dengan memiliki kincir angin besar untuk memompa air irigasi ke pertanian dan penghasil listrik.

4. Hydropower

Energi alternatif ini dibuat dengan cara membendung air sungai lalu mengarahkan pipa air menuju turbin. Energi yang dihasilkan berdasarkan proses jatuhnya air ke turbin dan banyaknya jumlah air yang mengalir.

Oleh karena itu, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sangat membutuhkan sumber air yang sangat besar dan pembangunan tempat yang besar untuk menampung air layaknya danau atau waduk alami.

5. Biomassa

Meskipun terdengar asing dengan namanya, tapi pasti kamu pernah tahu jika sisa pembuangan kotoran manusia atau hewan dapat dijadikan energi alternatif nih. Energi ini diubah dengan cara dibakar terlebih dahulu atau dicampur dengan bahan lain yang ditampung ke dalam tangki hingga nanti disalurkan melalui pipa instalasi atau yang disebut dengan biogas. Gas tersebut yang menjadi energi alternatif dari pemakaian gas tabung untuk memasak.

6. Tidal

Energi ini berasal dari pasang surut pada air laut. Meskipun terdengar asing tapi penerapan energi ini lebih mudah diprediksi loh. Hanya saja kelemahan energi ini terdapat pada alat konversi yang mampu bertahan di air laut supaya terhindar dari korosi dan arus laut. Prinsip kerja energi ini terletak pada besarnya volume air yang terjadi saat pasang air laut.

7. Etanol

Etanol alias etil alkohol merupakan sumber energi alternatif yang berasal dari alkohol dari suatu proses fermentasi pada tumbuhan tertentu, misalnya tumbuhan jagung dan gandum.

Salah satu negara yang mengembangkan energi alternatif ini dengan sangat baik ialah negara Brazil. Faktanya, negara Brazil sudah tidak bergantung dengan bahan bakar minyak (BBM).

8. Nuklir atau Uranium

Buat kamu yang pernah menonton film tentang energi nuklir, rupanya bukan fiktif belaka nih karena nuklir memang memiliki energi yang cocok untuk menghasilkan energi listrik yang sangat besar. Hal ini dibuktikan dengan hasil ukuran 1 gr zat radioaktif yang dapat menghasilkan energi listrik sebanyak 50 ribu kwh per jam.

Dan, manfaat energi alternatif ini ialah energi nuklir tidak menghasilkan efek rumah kaca sehingga dapat mencegah pemanasan global loh. Salah satu negara yang sudah mencoba energi ialah negara Jepang bahkan beberapa wilayah di sana sudah menggunakan energi nuklir sebagai energi alternatifnya.

9. Hidrogen

Energi yang diklaim lebih baik dibandingkan BBM ini rupanya tidak menghasilkan polusi berbahaya bagi lingkungan loh. Proses pembuatan energi ini hanya menggunakan air yang dibakar oleh listrik dan panas layaknya bensin. Lalu, hidrogen yang dihasilkan melalui proses penyimpanan yang dicampur dengan oksigen dari atmosfer hingga terjadilah reaksi kimia.

Adanya reaksi tersebut membentuk energi yang dikonversi menjadi listrik hampir 100% dan sisanya ialah panas. Sayangnya, penggunaan energi hidrogen ini masih membutuhkan banyak energi dan proses yang cukup lama.

10 . Piezoelektrik

Piezoelektrik ini merupakan energi yang dihasilkan dari suatu sistem yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Prinsip kerja energi ini adalah banyaknya tekanan dari orang-orang yang berada di suatu tempat lalu dikonversi menjadi energi listrik.

Pembangkit listrik dari tenaga manusia ini, misalnya di negara Jepang yang memanfaatkan lalu lalang para penumpang di stasiun Tokyo yang meletakkan perangkat lempengan Piezoelektrik di lantai gerbang tiket atau arena lain di stasiun. Menarik bukan?

Setiap energi yang dihasilkan berdasarkan perubahan temperatur, gerakan, massa suatu kendaraan dan getaran yang dihasilkan. Sayangnya material Piezoelektrik masih tergolong mahal untuk dipasang di rumah sebagai energi alternatif.

(aid/fdl)