×
Ad

WFH Sehari dalam Sepekan Dinilai Hanya Pindahkan Beban Energi ke Rumah

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 31 Mar 2026 07:30 WIB
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Jokic
Jakarta -

Pemerintah sedang menggodok skema kerja dari rumah (work from home/WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja swasta. Kebijakan ini bakal dilakukan untuk menghemat energi. Skema kerja fleksibel ini digodok sebagai respons pemerintah pada potensi krisis energi imbas perang Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Dalam kajian dan simulasi yang dilakukan Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), kebijakan WFH sehari dalam sepekan bisa menghemat fiskal pemerintah Rp 9,7 triliun per tahun karena pengurangan energi yang dilakukan dengan membuat ASN bekerja dari rumah.

Angka itu muncul dari simulasi dengan pendekatan back-of-the-envelope calculation atau perhitungan kasar berbasis asumsi sederhana. Penghematan itu terjadi dari efisiensi konsumsi energi di gedung-gedung pemerintah, listrik, pendingin ruangan, operasional fasilitas, sampai beban transportasi dinas para ASN.

Analis Senior ISEAI Ronny P. Sasmita tetap mengingatkan bahwa kebijakan WFH satu hari per minggu tidak serta merta menjadi silver bullet atau solusi instan penghematan negara.

"Dalam konteks APBN, ini tentu bukan angka kecil, tapi juga bukan game changer. Lebih mirip 'hemat receh tapi rutin.' Dampaknya lumayan, tapi tidak menyelesaikan masalah struktural fiskal," beber Ronny kepada detikcom, Senin (30/3/2026).

Di sisi lain, bagi Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira penghematan energi yang terjadi karena WFH sehari setiap minggu tidak signifikan. Menurut penghitungannya, dari total konsumsi BBM secara nasional, penghematannya mungkin hanya 0,5-1,5% saja.

"Kecil sekali 0,5-1,5% dari total konsumsi BBM, kalau WFH 1 hari dalam seminggu," sebut Bhima ketika dihubungi detikcom.




(hal/ara)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork