Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia siang ini merapat ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Bahlil melapor ke Prabowo soal evaluasi dan penataan Izin Usaha Pertambangan (IUP).
Menurutnya, banyak sekali IUP tambang yang molor tidak dijalankan operasionalnya. IUP itu juga banyak tidak difungsikan sebagaimana mestinya.
"Kami lapor tentang penataan terhadap izin tambang khususnya di kawasan hutan dan beberapa IUP yang selama ini tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Artinya, sudah ada IUP, izin lengkap, tapi nggak pernah dijalankan," ujar Bahlil, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto sejak dua bulan lalu telah menginstruksikan untuk mengevaluasi izin tambang. "Ini sudah presiden menginstruksikan sejak dua bulan lalu kalau nggak salah untuk dilakukan evaluasi dan saya melaporkan perkembangan-perkembangan itu," beber Bahlil.
Bahlil juga melaporkan stok energi. Dia bilang sampai dengan hari ini, baik LPG maupun BBM semuanya di atas standar minimum nasional.
Kabarnya, Bahlil juga datang ke Istana untuk mendampingi Prabowo bertemu perwakilan Rosatom State Atomic Energy Corporation yang merupakan perusahaan pelat merah Rusia yang fokus bisnisnya pada industri nuklir, namun Bahlil enggan bicara soal pertemuan tersebut. Ketika ditanya, Bahlil juga mengelak dan tak mau menjawab.
(hal/ara)