×
Ad

RI Punya Bursa Kripto Baru, Bidik Transaksi yang Lari ke Luar Negeri

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Kamis, 02 Apr 2026 17:48 WIB
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Indonesia kini memiliki bursa kripto baru yang beroperasi sebagai bagian dari ekosistem terintegrasi. Infrastruktur ini menggabungkan fungsi bursa, kliring, dan kustodian dalam satu sistem. CEO ICEx Group Kai Pang mengatakan kehadiran bursa ini merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur aset kripto di dalam negeri.

"Ini bukan sekadar pencapaian domestik. Indonesia sedang membangun infrastruktur kripto berkelas dunia dengan caranya sendiri," ujar Kai Pang dikutip dari Antara, Kamis (2/4/2026).

Bursa tersebut terhubung dengan dua lembaga lain, yakni lembaga kliring Crypto Asset Clearing International (CACI) dan kustodian International Crypto Custodian (ICC). Ketiganya telah berizin dan didukung modal dasar Rp 1 triliun dari 11 Pedagang Aset Kripto Digital (PAKD) yang juga menjadi anggota.

CTO ICEx Group Andrew Marchen mengungkapkan, sebagian besar transaksi kripto masyarakat Indonesia masih terjadi di luar negeri. Berdasarkan data Asosiasi FinTech Indonesia (Aftech), sekitar 70% transaksi aset digital dilakukan di bursa asing.

"Artinya sebagian besar potensi ekonomi digital kita, likuiditas, aktivitas, bahkan inovasi, masih mengalir ke luar negeri," ujarnya.

Ia mengatakan integrasi dalam satu ekosistem ini diharapkan bisa mengurangi fragmentasi industri yang selama ini terjadi. Menurutnya, sistem tersebut dapat mendorong efisiensi, transparansi, serta meningkatkan kepercayaan pasar.

CFO ICEx Group Rizky Indraprasto mengatakan pihaknya akan fokus mengembangkan produk derivatif dan tokenisasi aset riil atau real world asset (RWA).

"Fokus untuk membawa produk-produk sintetik seperti derivatif dengan order book yang lebih tebal, dengan lebih banyak variasi. Dan juga membantu kecepatan adopsi tokenisasi RWA di Indonesia," ujar Rizky.

Ia menambahkan, perusahaan menargetkan dapat memperbesar pangsa pasar tanpa mengabaikan tata kelola. Dengan kehadiran bursa kripto terintegrasi ini, diharapkan aktivitas perdagangan aset digital di dalam negeri bisa meningkat dan tidak lagi banyak mengalir ke luar negeri.




(fdl/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork