Ditransformasi Erick Thohir, Pupuk Indonesia Lakukan Ini

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Rabu, 23 Des 2020 09:15 WIB
Pupuk Indonesia
Foto: Pupuk Indonesia
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan transformasi BUMN Pupuk. Hal ini menjadi bagian dari rangkaian aksi korporasi yang dilakukan pada 2021.

PT Pupuk Indonesia (Persero) pun berinovasi pada bidang teknologi informasi bernama Distribution Planning and Control System (DPCS). Teknologi ini berupa sistem terintegrasi yang didesain untuk melakukan kontrol rantai pasok distribusi pupuk bersubsidi yang optimal dan aman sepanjang tahun dari pusat produksi sampai dengan lini IV.

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Gusrizal mengatakan, melalui DPCS perusahaan dapat setiap saat memonitor kegiatan distribusi, dan memonitor stok pupuk di lapangan. Dengan demikian, meminimalisir potensi kekurangan pupuk di daerah, dan meningkatkan akurasi perencanaan distribusi sehingga pupuk dapat diterima pelanggan sesuai dengan prinsip 6 Tepat, yaitu Tepat Waktu, Tepat Jumlah, Tepat Tempat, Tepat Harga, Tepat Jenis, dan Tepat Mutu.

"Fungsi dan manfaat DPCS yaitu mempermudah monitoring distribusi stok pupuk secara nasional yang dilakukan oleh Pupuk Indonesia Grup, yang menampilkan data dari lini 1 hingga lini 4 secara real time, termasuk pupuk dalam perjalanan (intransit) dan juga status pelabuhan," kata Gusrizal, Rabu (23/12/2020).

Dengan begitu, DPCS dapat dijadikan tools bagi manajemen Pupuk Indonesia dalam pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. Pasalnya, berkat DPCS, kini perseroan memiliki fitur Early Warning System pada tiap daerah yang kekurangan atau kelebihan pupuk.

"Sebab kami bisa mengidentifikasi dengan cepat titik mana yang pasokannya harus diperkuat, termasuk mengetahui jika terjadi masalah dalam pendistribusian," tambahnya.

Ia menerangkan, selain stok pupuk, data yang tersaji dalam sistem DPCS juga meliputi penjualan, alokasi di setiap daerah, kapasitas gudang, posisi pupuk yang dalam perjalanan baik darat maupun laut, kontak staf pemasaran di masing-masing wilayah, distributor, pengecer serta informasi rinci lainnya.

"Saat ini telah tersaji dalam sistem DPCS produk subsidi untuk jenis Urea dan NPK. Kami tengah dalam proses melengkapi produk subsidi lainnya seperti ZA, SP-36, dan Organik," terangnya.

Secara teknis, DPCS merupakan data terintegrasi yang berbasiskan data geospasial. Basis data utama DPCS didapat dari beberapa sistem yang sudah dimiliki Pupuk Indonesia Grup. Data-data tersebut dikumpulkan pada warehouse untuk selanjutnya ditampilkan dalam bentuk web berbasis data spasial.

Inovasi ini sangat kompleks karena meliputi wilayah distribusi pupuk subsidi yang sangat luas, dengan karakter setiap wilayah berbeda dan unik, melibatkan banyak distributor dan pengecer. Meski begitu, kompleksitas DPCS dipermudah melalui Distribution Requirement Planning (DRP), yakni model skenario dan struktur distribusi yang terdiri dari pusat produksi, wilayah provinsi, kabupaten/kota dan gudang yang terbagi pada beberapa kelompok data.

(ara/ara)