×
Ad

Terbongkar Permainan Harga Ekspor Sawit!

Herdi Alif Al Hikam, Heri Purnomo - detikFinance
Selasa, 21 Jul 2026 07:25 WIB
Ilustrasi.Foto: ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengungkap praktik permainan harga ekspor kelapa sawit. Menurut Prabowo sawit Indonesia dibeli dengan harga di bawah harga pasar, dan selanjutnya dijual dengan harga tinggi.

Alhasil, menurut Prabowo, Indonesia pun terpaksa harus kehilangan pemasukan besar.

"Jadi permainan seperti inilah yang menusuk hati kita. Jadi perusahaan, dari Indonesia dia ekspor, begitu di sini dia jual Rp 14.000, dalam perjalanan ke Eropa, konon kabarnya berubah-ubah lagi kontraknya, sehingga di sana Rp 27.000. Jadi kita hilang 50% kekayaan kita. Satu kali perjalanan kita hilang 50% kekayaan kita," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipantau secara daring melalui YouTube, Sekretariat Presiden, Senin (20/7/2026).

Merespons kondisi itu, Prabowo pun mengumpulkan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) hingga Dewan Ekonomi Nasional (DEN) untuk membentuk tata kelola ekspor satu pintu melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia.

Entitas baru pelat merah ini dibentuk untuk menekan praktik yang dengan underinvoicing itu.

"Untuk hadapi praktik under invoicing atau pelaporan-pelaporan palsu, saya kumpulkan KSSK, Menteri Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan tim ekonomi kita, kita telah kumpul di Istana Merdeka, Ketua DEN juga hadir dengan beberapa penasehat ekonomi," ungkap Prabowo.

Dalam prosesnya, Prabowo meminta para jajarannya untuk mencari solusi menekan praktik kecurangan tersebut. Ia juga mengatakan, praktik ini membuka aliran uang Indonesia keluar negeri.

"Waktu itu saya gambarkan, saya minta pendapat mereka semua, apa mau kita teruskan ini aliran uang ratusan miliar dolar ke luar negeri? Kekayaan kita, dari sumber daya kita. Mau kita teruskan? Mereka semua bilang, 'jangan, Pak, jangan kita teruskan.' Bagaimana caranya tidak kita teruskan? Akhirnya diusulkanlah sistem ekspor satu pintu untuk komoditas-komoditas milik bangsa dan negara," jelas Prabowo.




(hns/hns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork