Infrastruktur Jadi Motor Ekonomi Kala Pandemi, Bagaimana Peran Swasta?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 18 Nov 2021 17:38 WIB
Sejumlah pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan Pasar Rumput, Jakarta, Kamis (23/2). Rencananya proyek ini ditargetkan rampung pada 2018 mendatang.
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta -

Presiden Joko Widodo menyebut pembangunan berkelanjutan dan pemenuhan target Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan salah satu upaya yang harus dilakukan dalam rangka pemulihan ekonomi.

Demikian disampaikan Jokowi dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-13 Indonesia - Malaysia - Thailand Growth Triangle (IMT-GT) secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, 28 Oktober 2021 lalu.

Untuk mendukung upaya pembangunan tetap berjalan seperti harapan Jokowi, salah satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah perihal ketersediaan anggaran untuk membiayai program pembangunan itu sendiri. Diperlukan kerja sama pemerintah dengan sektor swasta untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan pemulihan ekonomi.

Keterlibatan swasta tersebut salah satunya tercermin dari keterlibatan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dalam sejumlah proyek infrastruktur di tanah air.

Pada Juni 2021 misalnya, PT IIF terlibat bersama-sama dengan Sarana Multi Infrastruktur (Persero) untuk memberikan pinjaman sindikasi kepada PT Celebes Railway Indonesia (CRI) dalam rangka membiayai proyek pembangunan prasarana Kereta Apai Makassar-Parepare di Sulawesi Selatan sepanjang 142 km.

Itu bukan satu-satunya proyek infrastruktur yang IIF terlibat di dalamnya. Benar saja, sada 2021 IIF telah membiayai Data Center, Rumah Sakit dan Kereta api. Sisanya ada juga portfolio di energi terbarukan seperti tata surya, tenaga angin dan mini-hydro.

"IIF merupakan salah satu pembiaya pertama untuk proyek nasional Palappa Ring," kata Presiden Direktur IIF, Reynaldi Hermansjah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/11/2021).

Bersambung ke halaman selanjutnya.