×
Ad

Terungkap Biang Kerok Macet Horor di Pelabuhan Gilimanuk

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 17 Mar 2026 06:30 WIB
Foto udara sejumlah kendaraan antre memasuki kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Sabtu (14/3/2026). Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Jakarta -

Kemacetan panjang terjadi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Dilaporkan antrean masuk kapal ke Pelabuhan Gilimanuk mengular panjang di tengah puncak mudik dan jelang ditutupnya pelabuhan karena Hari Raya Nyepi.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan mengatakan kemacetan horor ini terjadi karena kapasitas Pelabuhan Gilimanuk tak mampu menampung peningkatan volume penumpang dan kendaraan.

Dia menjelaskan peningkatan volume penumpang dan kendaraan terjadi karena libur lebaran berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. Masyarakat yang mau keluar Bali memulai perjalanan lebih dulu sebelum pelabuhan ditutup karena Hari Raya Nyepi.

"Ini kan berdekatan liburan Nyepi kemudian libur Lebaran. Ini memang ada peningkatan volume. Volume dari Gilimanuk, ini ada peningkatan yang menuju Jawa," ujar Aan kepada detikcom, Senin (16/3/2026).

Selama tiga hari ke belakang, mengatakan masyarakat yang mau menyeberang ke Bali terus bertambah dari arah Denpasar dan Buleleng. Polanya, setelah adzan maghrib hingga menjelang dini hari, masyarakat yang mau ke Jawa berdatangan ke pelabuhan.

Data Posko Angkutan Lebaran mencatat total penumpang di lintasan penyeberangan itu pada H-6 lebaran ada 80.416 orang, naik 33,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 60.099 orang. Di sisi lain, truk sumbu 3 ke atas juga masih banyak yang beroperasi. Hal ini membuat kapasitas jalan tidak mampu menampung peningkatan volume yang terjadi.

Dari sisi infrastruktur, Aan mengatakan kapasitas lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk memang tidak sebesar Merak-Bakauheni. Dari dermaga hanya 8 unit yang ada di dua sisi, kemudian armada kapal besarnya juga hanya sedikit.

"Di sini kan ada 8 dermaga di sisi Gilimanuk dan di sisi Ketapang. Kemudian kapal yang 2.000 GT ke atas ini hanya ada 8-9, selebihnya kapalnya kan 2.000 ke bawah. Jadi kapasitas angkutnya memang sedikit," kata Aan.

Di sisi lain, Pelabuhan Gilimanuk menjadi satu-satunya pelabuhan penyeberangan yang jadi gerbang keluar masuk Pulau Bali, arus lalu lintas terpusat di pelabuhan itu saja. Tidak seperti di Pelabuhan Merak dan Bakauheni yang di sekitarnya banyak pelabuhan penyeberangan lainnya, pembagian beban lalu lintas bisa dilakukan.




(hal/hns)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork