Kejaksaan Agung (Kejagung) ikut mengawal proyek pembangunan jalan di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk tahun anggaran 2026-2027 senilai Rp 3,986 triliun. Hal ini ditandai dengan Entry Meeting dan Exit Meeting Proyek Strategis Nasional, Kamis (17/9) kemarin.
Dalam agenda tersebut, Otorita IKN menerima persetujuan Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) untuk tiga paket pekerjaan infrastruktur jalan. Otorita IKN juga menerima hasil Exit Meeting atas tujuh paket proyek peningkatan jalan KIPP 1B-1C tahun 2025 senilai sekitar Rp 3,355 triliun yang telah rampung 100% dan diserahterimakan.
Untuk Entry Meeting, pengawalan proyek mencakup paket jalan Kompleks Yudikatif, Kompleks Legislatif, dan Jalan Kawasan Pendukung KIPP 1A. Sedangkan Exit Meeting dilakukan terhadap proyek peningkatan jalan KIPP 1B-1C Paket A sampai dengan G Tahun 2025.
Plt Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Sarjono Turin, mengatakan pengamanan pembangunan penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai ketentuan, bebas hambatan, dan tetap menjaga integritas pelaksanaan di lapangan.
"Proyek IKN ini akan menjadi sejarah bagi anak bangsa dan anak cucu kita nanti. Karena itu, tim (PPS) harus proaktif memberikan pendampingan selama proyek berlangsung," ujar Sarjono dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (20/9/2026).
Kasubdit IV.A Direktorat IV pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Imran Yusuf, mengatakan tiga paket pekerjaan yang dibahas dalam Entry Meeting telah melewati sejumlah tahapan, mulai dari telaahan hingga pra-PPS, sebelum surat perintah pengamanan diterbitkan. Sementara tujuh paket pekerjaan dalam Exit Meeting telah rampung dan diserahterimakan kepada Otorita IKN.
Imran mengatakan penyelesaian tujuh paket tersebut tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap pembangunan yang telah selesai dapat berjalan sesuai prinsip tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya serta memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.
Kepala Unit Kerja Hukum dan Kepatuhan (UKHK) Otorita IKN, Agung Dodit Muliawan, menyebut pembangunan jalan, gedung, taman, dan infrastruktur lain di Nusantara tidak sekadar pekerjaan fisik, tetapi bagian dari sejarah baru yang dibangun oleh anak bangsa.
"Di IKN ini kita tidak hanya membangun fisik, tidak hanya membangun gedung seperti gedung-gedung lainnya. Yang kita bangun adalah sejarah. Karena itu, kami berterima kasih kepada seluruh pihak, termasuk para penyedia jasa dan kontraktor, yang telah bekerja bersama membangun Ibu Kota Nusantara," ujar Dodit.
(acd/acd)