Jiwasraya Buka-bukaan Restrukturisasi Masih Terbentur Kendala

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 10 Mei 2021 15:00 WIB
Kantor Pusat Jiwasraya
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta -

Program penyelamatan polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melalui restrukturisasi dipastikan jalan terus, meskipun masih terdapat sejumlah kendala yang ditemui oleh Tim Percepatan Restrutkturisasi Jiwasraya. Salah satunya adalah, adanya penolakan dari sejumlah pemegang polis.

Namun, untuk sejumlah pemegang polis yang belum setuju ikut restrukturisasi itu, Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya terus berupaya melakukan negosiasi sampai pada batas waktu program ini tuntas yakni pada 31 Mei 2021.

Sampai pada 6 Mei 2021, masih terapat sisa 600-an pemegang polis Bancassurance yang belum menyetujui program restrukturisasi dengan berbagai macam alasan. Baik menyoal somasi, gugatan secara perdata sampai dengan PKPU. "Ada juga nasabah yang tidak merespon, karena mereka tidak setuju," kata Koordinator Juru Bicara Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya, R. Mahelan Prabantarikso, saat ditemui detikcom di kantornya, ditulis Senin (10/5/2021).

Kendala lainnya, untuk pemegang polis ritel, terdapat sebanyak 14.000-an pemegang polis yang data, alamat korespondensinya sudah mengalami perubahan. Alhasil, surat penawaran program restrukturisasi kepada sejumlah pemegang polis itu kembali ke Jiwasraya.

Bagi Mahelan, program restrukturisasi Jiwasraya ini merupakan sebuah pilihan. Jadi apabila sampai pada batas waktu yang sudah ditentukan para pemegang polis itu tetap tidak ikut restrukturisasi, maka akan ditinggal di Jiwasraya dengan sejumlah aset yang unclean dan unclear.

Karena itu pemegang pemegang polis yang tidak ikut restrukturisasi statusnya akan berubah bukan pemegang polis lagi. "Mereka beralih menjadi piutang, utang piutang karena proses hukum dan segala macamnya, kita tetap mengikuti ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku, kalau itu perdata ya kita ikuti prosesnya," jelas dia.

Mahelan menyatakan, setelah program restrukturisasi ini tuntas, izin operasional Jiwasraya ini akan dikembalikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Jadi Jiwasraya akan jadi apa, akan kita kembalikan ke pemegang saham, prinsipnya mereka tetap mengelola aset yang tertinggal di Jiwasraya," tambah dia.

Menurut Mahelan, proses perubahan Jiwasraya dari perusahaan asuransi menjadi bukan perusahaan asuransi diperkirakan memakan waktu 2-3 tahun. Hal ini karena masih ada kemungkinan pemegang polis yang bersedia pindah di akhir Desember tahun ini.

Memang, perlakuan yang didapatkan pemegang polis yang terlambat migrasi ini akan berbeda dengan yang sudah restrukturisasi pada 31 Mei 2021.

Pengalihan polis Jiwasraya ke IFG Life pindahkan masalah lama? Cek halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3

Tag Terpopuler