Bisnis Belum Bangkit, Duit Masih 'Ngendap' di Bank

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 02 Jul 2021 13:17 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Kegiatan usaha khususnya korporasi masih lesu. Hal itu tercermin dari peningkatan dana pihak ketiga (DPK) korporasi di bank yang mengalami peningkatan.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makrorudensial BI Juda Agung menjelaskan, belum semua korproasi mengalami perbaikan. Dia mengatakan, kondisi itu tercermin dari likuiditas di bank yang masih melimpah.

Dia bilang, likuiditas di bank yang melimpah itu mencerminkan jika perusahaan belum melakukan investasi.

"Kalau kita lihat ini sebenarnya belum semua korporasi mengalami perbaikan kinerja.Tercermin dari apa, likuiditas masih melimpah, dalam arti kalau dia tidak melakukan investasi, operasionalnya masih terbatas tentu saja dia masih menumpuk likuditas di perbankan," ujarnya kepada media, Jumat (2/7/2021).

"Tercermin dari DPK korporasi tumbuh cukup signifikan, bahkan sangat signfikan," tambahnya.

Dia mengatakan, DPK korporasi tumbuh 14,07% (yoy) pada April. Kemudian, di bulan Mei masih tumbuh 18,16% (yoy). Lebih rinci, untuk tabungan tumbuh 25,86%, deposito tumbuh 17,59% dan giro 17,53%.

"Kalau lihat tabungan itu tumbuhnya 25% dan juga deposito dan giro sekitar 17%, ya ini menunjukkan kebutuhan likuditas masih sangat terbatas dari korporasi kecuali untuk sektor-sektor yang memang sudah bergerak seperti industri makanan minuman, otomotif, industri perkayuan ini ada kebutuhan untuk meng-create modal kerja terutama karena memang investasi belum terlalu perlu dalam kondisi seperti sekarang," paparnya.

Lihat juga Video: KuTips: Mau Dapat KUR Rp 100 Juta Buat Bisnis? Cek Syaratnya Yuk!

[Gambas:Video 20detik]




(acd/zlf)