Papua dan Papua Barat Dapat Dana Otsus Rp 138 T, Apa Hasilnya?

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 26 Jan 2021 15:45 WIB
Catatan Untuk Pembangunan Jalan Trans Papua
Ilustrasi/Foto: detik
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemerintah sudah menyalurkan dana otonomi khusus (otsus) dan dana tambahan infrastruktur sebesar Rp 138,65 triliun ke Papua dan Papua Barat. Penyaluran tersebut dilakukan sejak 2002.

Besarnya anggaran tersebut, dikatakan Sri Mulyani menjadi komitmen pemerintah berpihak kepada Papua dan Papua Barat. Anggaran tersebut juga belum termasuk Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) dan belanja kementerian/lembaga (K/L).

"Ini menggambarkan bahwa Papua dan Papua Barat mendapatkan pemihakan yang cukup signifikan dibandingkan provinsi lain," kata Sri Mulyani saat rapat kerja (raker) antara Menteri Keuangan dengan Komite I DPD RI tentang RUU tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 21 Tahun 2001 yang dilaksanakan secara virtual, Selasa (26/1/2021).

Dengan dana yang mencapai Rp 138,65 triliun ini, Sri Mulyani pun mengungkapkan hasil yang sudah didapat Papua dan Papua Barat. Hasil tersebut hanya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir bagaimana dua provinsi ini mengejar ketertinggalan.

"Karena konsideran di huruf H, yang mengatakan bahwa untuk mengurangi kesenjangan dan meningkatkan taraf hidup terutama untuk penduduk Papua, maka diberikan kekhususan dan pemihakan," ujarnya.

Pertama, dari kesenjangan pendidikan di Papua dan Papua Barat bisa dilihat dari tingkat buta huruf dan angka partisipasi murni (APM). Tingkat buta huruf di Papua pada tahun 2011 masih di 36% dan rata-rata nasional 7%. Sekarang menurun tapi masih di 22,1%. Sementara untuk Papua Barat, Sri Mulyani menyebut masih sedikit lebih baik dari rata-rata nasional yaitu 2,48%.

Dilihat dari APM, atau anak-anak usia sekolah yang seharusnya bersekolah terlihat Papua masih jauh di bawah yaitu 79,3% di 2021. Sementara rata-rata nasional sudah di atas 90%. Sementara di Papua Barat sudah di level 93,88%.

"Selama 10 tahun terakhir terjadi kemajuan namun gapnya masih sangat tinggi," kata Sri Mulyani.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2