Sempat Digilas Corona, Industri Baja Mulai Berdenyut Lagi

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2020 15:02 WIB
Sejak 20 Januari 2019, pemerintah akan mengendalikan pemakaian impor baja. Selama ini industri baja dalam negeri keluhkan gempuran baja dari luar negeri.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Direktur Utama PT Kratau Steel Tbk (KRAS) Silmy Karim mengungkapkan tanda-tanda pemulihan industri baja pasca terjangkit pandemi COVID-19. Ada sejumlah tanda-tanda pemulihan tersebut.

Berdasarkan data internasional, Iron and Steel Institute, industri baja global mulai menunjukkan pemulihan. Produksi baja mentah di negara Asia telah meningkat setelah terjadi penurunan pada April 2020.

"Pada bulan Agustus dibandingkan dengan April di India naik 160%, di Korea naik 15%, di Vietnam naik 25%," kata dia dalam diskusi virtual, Kamis (22/10/2020).

Sektor konsumsi baja juga menunjukkan prospek positif pada kuartal III-2020, antara lain karena permintaan minyak global meningkat 16% antara April ke Juli. Menurutnya hal itu sejalan dengan aktivitas penggunaan kendaraan yang kembali mendekati posisi Januari sebelum merebak COVID-19.

Kondisi tersebut terjadi karena adanya pelonggaran PSBB di Indonesia, yang mana itu menjadi sinyal positif bahwa industri otomotif kembali bergairah. Industri otomotif merupakan salah satu konsumen baja.

"Ini (relaksasi PSBB) juga mendorong pemulihan sektor otomotif seiring dengan pabrik yang telah mulai kembali beroperasi, dan volume penjualan kendaraan global yang perlahan meningkat," ujarnya.

Di Indonesia, lanjut dia, seiring kembali dimulainya proyek pembangunan dan membaiknya kondisi ekonomi nasional di kuartal III maka industri baja nasional juga ada peningkatan permintaan.

"Kita juga sedang berupaya semaksimal mungkin mengisi kekosongan yang pada kuartal kedua sangat minim pasar baja Indonesia. Dan kami melihat ada tren yang cukup baik di kuartal ketiga, dan kami berharap juga di kuartal 4 terus meningkat dan dilanjutkan di 2021," tambahnya.

(toy/fdl)