Telan Rp 26 T, Proyek Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Dikebut Oktober

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 09 Sep 2020 17:35 WIB
Penandatanganan PPJT Tol Yogya-Solo
Foto: Penandatanganan PPJT Tol Yogya-Solo (Soraya Novika/detikcom)
Jakarta -

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang terdiri dari PT Daya Mulia Turangga-PT Gama Group, PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk baru saja melakukan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Tol Semarang-Demak di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jakarta.

Jalan tol sepanjang 96,58 km tersebut diteken dengan biaya investasi sekitar Rp 26 triliun.

"NYIA-Yogya-Solo seperti yang tadi disampaikan dalam video, media investasinya Rp 26,7 triliun. Panjangnya 96,58 km cukup luas. Konsorsiumnya alhamdulillah ini dari swasta sebagai lead-nya (PT Daya Mulia Turangga-PT Gama Group), sedangkan Tut Wuri Handayani sama Adhi Karya dan Jasa Marga," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam acara tersebut di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Dengan terselenggaranya penandatanganan antara BPJT dan BUJT tersebut, konstruksi proyek ini bisa dikebut mulai bulan Oktober 2020 nanti dan ditarget rampung tahun 2023 mendatang.

Lebih lanjut, Basuki berharap pengerjaan ruas tol baru ini dapat mendorong program pemulihan ekonomi (PEN) dalam masa pandemi COVID-19 saat ini.

"Dalam kondisi ini kita siapkan untuk lapangan kerja, dan ke depan untuk pemulihan ekonomi nasional," sambungnya.

Sebagai informasi, penunjukan konsorsium PT Daya MuliaTurangga Gama Group,Adhi Karya dan Jasa Marga sebelumnya telah ditentukan dalam surat bernomor 32/BPJT/L/STNK/2020 tertanggal 1 September 2020.



Simak Video "Sederet Manfaat UU Cipta Kerja Bagi Sistem Syariah "
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)