Benarkah Pandemi Bikin Bandara Kertajati Seperti Kota Mati?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 27 Sep 2021 10:30 WIB
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) alias Bandara Kertajati kini sepi karena tidak ada penerbangan komersial. Kondisinya bak mati suri.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat mati suri. Kini bandara yang telah memulai pelayanan penerbangan sejak 2018 itu sama sekali tak melayani penumpang.

Kondisi mati suri ini benar-benar membuat bandara kebanggaan Jawa Barat ini menjadi bak kota mati. Seperti apa sih rupanya?

detikcom berkesempatan untuk mengunjungi bandara ini pada Jumat pekan lalu. Dari pantauan saat itu, nampak bandara memang benar-benar sepi, tak ada kegiatan yang berarti dilakukan di dalam bandara.

Tak banyak orang lalu lalang, hanya petugas kebersihan yang terlihat mondar-mandir melakukan tugasnya. Itu pun jumlahnya bisa dihitung jari. Sesekali ada beberapa pegawai BIJB yang hilir mudik, kebanyakan mereka hanya berkegiatan di kantornya yang terletak di lantai dua bandara.

"Kalau dibilang sama sekali tidak beroperasi, mati suri, sebetulnya memang dialami. Tapi, bandara ini tetap operasi, hanya jam operasionalnya saja dikurangi, yang biasanya sampai jam 6 itu normal sampai 8 malam. Sekarang bertahap dikurangi sampai jam 6, ke jam 3, sekarang jam 1 siang," ungkap Direktur Utama Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Salahuddin Rafi dalam acara Blak-blakan detikcom.

"Itu hanya operasionalnya. Kalau secara sehari-hari, tetap harus ada petugas ATC, petugas fire rescue, dan security," pungkasnya.

Bahkan sepinya bandara ini sudah bisa terlihat sejak di depan bandara, lahan parkir yang luas kosong melompong. Tak ada sama sekali kendaraan yang parkir. Hanya ada beberapa mobil terlihat berbaris di depan terminal kedatangan alias lantai satu bandara. Itu pun nampaknya merupakan mobil karyawan bukan pengunjung.

Bukan cuma parkirnya saja yang kosong, toko-toko tennant makanan dan sejenisnya juga kosong. Padahal beberapa nama besar mejeng di bandara ini, mulai dari beberapa rantai minimarket, franchise restoran ayam goreng ternama, hingga beberapa penjaja kopi kekinian.

Bahkan, beberapa toko milik tennant supermarket sudah dikosongkan barang-barang dagangannya. Hanya terlihat rak-rak dan kulkas kosong dari luar. Begitu juga di beberapa tenant restoran, hanya tersisa bangku dan kursi kosong tanpa ada kegiatan sama sekali kalau dilihat dari luar. Pintu-pintu toko juga dikunci, beberapa toko menempelkan tulisan 'tutup sementara'. Penampakan bangku-bangku tunggu yang kosong juga sudah jadi hal lumrah di bandara ini.

Uniknya, masih ada satu toko yang buka saat toko lain tutup, toko ini satu-satunya yang masih buka di seluruh area bandara. Namanya Dum, berada di ujung lantai satu bandara. Toko ini menyediakan makanan dan minuman ringan.

"Ya saya sih masih buka buat layanin yang mau main ke sini aja, kadang pegawai juga jajan. Saya juga cuma sediakan makanan ringan dan minuman saja, mentok-mentok es krim. Nggak sediakan yang berat-berat," ungkap pemilik toko tersebut kala ditemui detikcom.

Bagaimana situasi di sudut lain bandara itu? Lihat di halaman selanjutnya.

Saksikan juga: Blak-blakan Salahudin Rafi, Kertajati Bandara Dahsyat

[Gambas:Video 20detik]