Jumlah Uang Beredar di April 2020 Melambat, karena Corona?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 03 Jun 2020 11:42 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Jumlah uang beredar (M2) pada April 2020 sebesar Rp 6.238,3 triliun. Posisinya tumbuh 8,6% atau lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya 12,1%.

"Perlambatan M2 disebabkan oleh melambatnya komponen baik uang beredar dalam arti sempit, uang kuasi maupun surat berharga selain saham," tulis keterangan resmi BI, dikutip Rabu (3/6/2020).

Uang kuasi yang memiliki pangsa terhadap M2 sebesar 74,3% dengan nilai sebesar Rp 4.637,3 triliun mengalami perlambatan dari 10,8% (yoy) pada Maret 2020 menjadi 8,5% seiring dengan perlambatan simpanan berjangka, tabungan, maupun giro valas.

Sejalan dengan hal tersebut, surat berharga selain saham juga melambat dari 44,6% pada Maret 2020 menjadi 20,6% terutama didorong oleh peningkatan surat berharga rupiah bank yang dimiliki oleh perusahaan korporasi finansial.

BI juga mencatat perlambatan M1 menjadi 8,4% dari 15,4%. Hal ini karena melambatnya giro rupiah menjadi 9,4% dari sebelumnya 22% karena penurunan saldo giro rupiah milik nasabah korporasi dan perorangan.

Selain itu pertumbuhan dana float uang elektronik yang diterbitkan bank kembali mengalami penurunan minus 14,8% lebih dalam dibandingkan penurunan bulan sebelumnya 10%.

Uang elektronik pada April 2020 tercatat Rp 2,2 triliun dengan pangsa 0,14% terhadap M1. Sementara itu posisi uang kartal di masyarakat (di luar perbankan dan BI) pada April 2020 tercatat Rp 634,1 triliun atau tumbuh 7% meningkat dibandingkan bulan sebelumnya 5,9%.

"Peningkatan ini seiring dengan meningkatnya kebutuhan uang kartal memasuki bulan Ramadan," tulisnya.



Simak Video "Kayu Putih Hidupkan Desa Wonoharjo"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)