Jumlah Uang Beredar Capai Rp 6.726 T, Naik 13%

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 30 Sep 2020 11:31 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Agustus 2020 menjadi Rp 6.726,1 triliun.

Jumlah ini meningkat 13,3% secara tahunan. Lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 10,5%.

"Uang M2 meningkat pada Agustus 2020 disebabkan oleh komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi," tulis keterangan resmi Bank Indonesia, Rabu (30/9/2020).

Sementara itu tingkat pertumbuhan M1 tercatat sebesar 19,3% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juli 2020 sebesar 13,1%. Hal ini didorong oleh naiknya simpanan giro rupiah.

Selain itu, pertumbuhan uang kuasi meningkat, dari 9,7% secara tahunan pada bulan sebelumnya menjadi 11,5% pada Agustus 2020.

Namun, surat berharga selain saham mengalami kontraksi sebesar 18,7% pada Agustus 2020, setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 4,9%.

Berdasarkan faktor yang mempengaruhi, peningkatan M2 pada Agustus 2020 disebabkan oleh kenaikan ekspansi keuangan pemerintah.

"Hal itu tercermin dari pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat yang meningkat, dari 40,8% (yoy) pada Juli 2020 menjadi 65,1% (yoy) pada Agustus 2020," tulis keterangan resmi BI.

Selain itu, aktiva luar negeri bersih meningkat sebesar 13,8% secara tahunan pada bulan Agustus 2020, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juli 2020 sebesar 17,6%.

Sementara itu, pertumbuhan kredit pada Agustus 2020 kembali melambat, dari 1,0% secara tahunan pada Juli 2020 menjadi 0,6%.

(ara/ara)