×
Ad

Obligasi Dolar Perdana Danantara Laku Keras, Pesanan Tembus Rp 82 T

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 12 Jun 2026 11:00 WIB
Kantor Danantara / Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Surat utang yang diluncurkan Danantara Investment Management mencatatkan respons positif dari pasar keuangan global. Pada penjualan perdana obligasi dolar AS-nya, unit di bawah BPI Danantara ini berhasil menarik pesanan lebih dari US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 26,94 triliun (asumsi kurs Rp 17.961/dolar) pada Kamis (11/6) kemarin.

Penjualan perdana obligasi dolar AS ini merupakan 'ujian' penting bagi Danantara untuk melihat minat investor asing terhadap aset-aset Indonesia. Terlebih di tengah kekhawatiran investor akan penurunan nilai rupiah, kebijakan populis Presiden Prabowo Subianto yang memakan banyak anggaran, dan peran Danantara yang semakin meluas dalam perekonomian.

Menurut lembar persyaratan (term sheet) yang dilihat Reuters pada Jumat (12/6) pagi ini, Danantara berhasil menjual obligasi 5 tahun dan obligasi 10 tahun masing-masing senilai US$ 750 juta atau Rp 13,47 triliun. Nilai permintaan investor ini tercatat jauh melampaui target total penghimpunan dana awal yang dipatok sekitar US$ 500 juta dari masing-masing obligasi yang diterbitkan.

Tingginya minat investor memungkinkan perusahaan meningkatkan ukuran penerbitan sekaligus menurunkan tingkat imbal hasil (yield) akhir. Di mana saat ini obligasi 5 tahun dihargai dengan imbal hasil 5,35% dan obligasi 10 tahun diberi imbal hasil 5,95%.

Sementara itu, hingga Kamis malam kemarin penawaran ini tercatat berhasil menarik pesanan lebih dari US$ 4,6 miliar atau setara Rp 82,62 triliun, berdasarkan pembaruan buku pesanan yang dilihat Reuters.

"Permintaan tersebut memungkinkan perusahaan untuk menurunkan imbal hasil akhir sebesar 35 basis poin dari panduan harga awalnya. Satu basis poin adalah seperseratus dari satu poin persentase (0,01%)," tulis Reuters dalam laporannya.

Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan oleh Danantara Investment Management untuk kebutuhan korporasi umum, termasuk investasi dan pembiayaan kembali (refinancing) utang yang sudah ada.

"Obligasi tersebut diperkirakan akan diterbitkan pada tanggal 18 Juni di bawah program obligasi jangka menengah (medium-term note) global senilai US$ 5 miliar," papar Reuters lagi.

Sejumlah bank yang bertindak sebagai joint bookrunner dan joint lead manager dalam transaksi ini antara lain Citigroup, DBS, HSBC, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered.




(igo/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork