Virgin Atlantic Disuntik Rp 21 T Buat Tangkis Dampak Corona

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 15 Jul 2020 16:43 WIB
Virgin Atlantic pakai tema Star Wars
Foto: (Virgin Atlantic)
Jakarta -

Virgin Atlantic mendapatkan dana penyelamatan senilai US$ 1,5 miliar setara Rp 21,8 triliun (kurs Rp 14.500). Dana ini didapatkan dari dukungan pemegang saham termasuk Delta Air Lines, investor baru, dan kreditor.

Richard Branson terus berusaha mengumpulkan banyak uang untuk menyelamatkan Virgin Atlantic demi mempersiapkan rencana rekapitalisasi yang akan berlangsung 18 bulan ke depan.

Dikutip dari CNN, Rabu (15/7/2020) dalam rencana tersebut, pemegang saham yang ada akan memberikan kontribusi senilai US$ 750,6 juta (Rp 10,9 triliun), termasuk US$ 250 juta (Rp 3,6 triliun) dari Virgin Group. Hedge fund AS Davidson Kempner juga menyediakan tambahan senilai US$ 188 juta (Rp 2,7 triliun).

CEO Virgin Atlantic Shai Weiss mengatakan krisis virus Corona telah memukul maskapai selama enam bulan terakhir dan menjadi masa krisis terburuk dalam sejarah maskapai selama 36 tahun. Weiss mengungkap harapannya agar maskapai mendapatkan keuntungan pada 2022.

"Ini menjadi skala krisis terburuk yang dialami selama enam bulan akibat virus Corona. Menjadi yang paling sulit dialami maskapai sepanjang sejarah 36 tahun perusahaan. Kami telah melalui langkah-langkah menyakitkan," ungkap Weiss.

Virgin Atlantic sebelumnya meminta pinjaman komersial US$ 626 juta dari pemerintah Inggris, namun tawaran tersebut ditolak pemerintah. Selain itu, Virgin Australia juga tidak dapat mendapatkan dukungan keuangan langsung dari pemerintah Australia. Hingga akhirnya memaksa maskapai mencari dana bantuan secara sukarela pada April lalu.

Penerbangan global telah hancur akibat pandemi virus Corona. Menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional kerugian industri penerbangan diperkirakan mencapai US$ 84 miliar (Rp 1.220 triliun) tahun ini. Perjalanan udara diperkirakan tidak akan pulih ke level 2019 hingga 2023.



Simak Video "Nike Rugi Rp 11 Triliun Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)