Sampai Kapan RI Terjebak di Jurang Resesi?

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 06 Nov 2020 08:00 WIB
Geliat aktivitas di Mal Mangga Dua Square terdampak pandemi COVID-19. Meski begitu, sejumlah pedagang masih tetap berjualan untuk bertahan dari pandemi-resesi.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indonesia resmi resesi setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal III negatif 3,49%. Ekonomi RI sudah terkontraksi sejak kuartal II dengan negatif 5,32%. Apakah resesi akan berkepanjangan?

Indonesia resesi bakal berlanjut jika ekonomi kuartal IV negatif. Berdasarkan prediksi para ekonom, ekonomi Indonesia masih akan negatif di kuartal terakhir tahun ini.

"Kalau kita berbicara prospek ekonomi, pemulihan ekonomi di kuartal IV itu relatif masih akan berada di level negatif," kata Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet saat dihubungi detikcom, Kamis (5/11/2020).

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Institute Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad. Pihaknya memprediksi ekonomi kuartal IV minus 2-3%.

"Harapan membaik, tapi saya harus buka data lagi, angka (prediksi) kita memang masih sekitar angka minus 3% pada triwulan IV, 2% sampai 3% minus," sebutnya.
Penyebabnya bisa dibaca di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3